Sep
28
Filed Under (Islam) by adhepunya on 28-09-2005

Al-Quran mempunyai sekian banyak fungsi. Di antaranya adalah menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw. Bukti kebenaran tersebut dikemukakan dalam tantangan yang sifatnya bertahap. Pertama, menantang siapa pun yang meragukannya untuk menyusun semacam Al-Quran secara keseluruhan (baca QS 52:34). Kedua, menantang mereka untuk menyusun sepuluh surah semacam Al-Quran (baca QS 11:13). Seluruh Al-Quran berisikan 114 surah. Ketiga, menantang mereka untuk menyusun satu surah saja semacam Al-Quran (baca QS 10:38). Keempat, menantang mereka untuk menyusun sesuatu seperti atau lebih kurang sama dengan satu surah dari Al-Quran (baca QS 2:23).

Dalam hal ini, Al-Quran menegaskan: Katakanlah (hai Muhammad) sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. (QS 17 :88).

Seorang ahli berkomentar bahwa tantangan yang sedemikian lantang ini tidak dapat dikemukakan oleh seseorang kecuali jika ia memiliki satu dari dua sifat: gila atau sangat yakin. Muhammad saw. sangat yakin akan wahyu-wahyu Tuhan, karena "Wahyu adalah informasi yang diyakini dengan sebenarnya bersumber dari Tuhan."

Walaupun Al-Quran menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad, tapi fungsi utamanya adalah menjadi "petunjuk untuk seluruh umat manusia." Petunjuk yang dimaksud adalah petunjuk agama, atau yang biasa juga disebut sebagai syari’at. Syari’at, dari segi pengertian kebahasaan, berarti ‘ jalan menuju sumber air." Jasmani manusia, bahkan seluruh makhluk hidup, membutuhkan air, demi kelangsungan hidupnya. Ruhaninya pun membutuhkan "air kehidupan." Di sini, syari’at mengantarkan seseorang menuju air kehidupan itu.

Dalam syari’at ditemukan sekian banyak rambu-rambu jalan: ada yang berwarna merah, yang berarti larangan; ada pula yang berwarna kuning, yang memerlukan kehati-hatian; dan ada yang hijau warnanya, yang melambangkan kebolehan melanjutkan perjalanan. Ini semua, persis sama dengan lampu-lampu lalulintas. Lampu merah tidak memperlambat seseorang sampai ke tujuan. Bahkan ia merupakan salah satu faktor utama yang memelihara pejalan dari mara bahaya. Demikian juga halnya dengan "lampu-lampu merah" atau larangan-larangan agama.

Kita sangat membutuhkan peraturan-peraturan lalulintas demi memelihara keselamatan kita. Demikian juga dengan peraturan lalulintas menuju kehidupan yang lebih jauh, kehidupan sesudah mati. Di sini, siapakah yang seharusnya membuat peraturan-peraturan menuju perjalanan yang sangat jauh itu?

Manusia memiliki kelemahan-kelemahan. Antara lain, ia seringkali bersifat egoistis. Disamping itu, pengetahuannya sangat terbatas. Lantaran itu, jika ia yang diserahi menyusun peraturan lalulintas menuju kehidupan sesudah mati, maka diduga keras bahwa ia, di samping hanya akan menguntungkan dirinya sendiri, juga akan sangat terbatas bahkan keliru, karena ia tidak mengetahui apa yang akan terjadi setelah kematian.

Jika demikian, yang harus menyusunnya adalah "Sesuatu" yang tidak bersifat egoistis, yang tidak mempunyai sedikit kepentingan pun, sekaligus memiliki pengetahuan yang Mahaluas. "Sesuatu" itu adalah Tuhan Yang Mahaesa, dan peraturan yang dibuatnya itu dinamai "agama".

Sayang bahwa tidak semua manusia dapat berhubungan langsung secara jelas dengan Tuhan, guna memperoleh informasi-Nya. Karena itu, Tuhan memilih orang-orang tertentu, yang memiliki kesucian jiwa dan kecerdasan pikiran untuk menyampaikan informasi tersebut kepada mereka. Mereka yang terpilih itu dinamai Nabi atau Rasul.

Karena sifat egoistis manusia, maka ia tidak mempercayai informasi-informasi Tuhan yang disampaikan oleh para Nabi itu. Mereka bahkan tidak percaya bahwa manusia-manusia terpilih itu adalah Nabi-nabi yang mendapat tugas khusus dari Tuhan.

Untuk meyakinkan manusia, para Nabi atau Rasul diberi bukti-bukti yang pasti dan terjangkau. Bukti-bukti tersebut merupakan hal-hal tertentu yang tidak mungkin dapat mereka –sebagai manusia biasa (bukan pilihan Tuhan)– lakukan. Bukti-bukti tersebut dalam bahasa agama dinamai "mukjizat".

Para Nabi atau Rasul terdahulu memiliki mukjizat-mukjizat yang bersifat temporal, lokal, dan material. Ini disebabkan karena misi mereka terbatas pada daerah tertentu dan waktu tertentu. Ini jelas berbeda dengan misi Nabi Muhammad saw. Beliau diutus untuk seluruh umat manusia, di mana dan kapan pun hingga akhir zaman.

Pengutusan ini juga memerlukan mukjizat. Dan karena sifat pengutusan itu, maka bukti kebenaran beliau juga tidak mungkin bersifat lokal, temporal, dan material. Bukti itu harus bersifat universal, kekal, dapat dipikirkan dan dibuktikan kebenarannya oleh akal manusia. Di sinilah terletak fungsi Al-Quran sebagai mukjizat.

Paling tidak ada tiga aspek dalam Al-Quran yang dapat menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw., sekaligus menjadi bukti bahwa seluruh informasi atau petunjuk yang disampaikannya adalah benar bersumber dari Allah SWT.

Ketiga aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi, bila diketahui bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang yang pandai membaca dan menulis. Ia juga tidak hidup dan bermukim di tengah-tengah masyarakat yang relatif telah mengenal peradaban, seperti Mesir, Persia atau Romawi. Beliau dibesarkan dan hidup di tengah-tengah kaum yang oleh beliau sendiri dilukiskan sebagai "Kami adalah masyarakat yang tidak pandai menulis dan berhitung." Inilah sebabnya, konon, sehingga angka yang tertinggi yang mereka ketahui adalah tujuh. Inilah latar belakang, mengapa mereka mengartikan "tujuh langit" sebagai "banyak langit." Al-Quran juga menyatakan bahwa seandainya Muhammad dapat membaca atau menulis pastilah akan ada yang meragukan kenabian beliau (baca QS 29:48).

Ketiga aspek yang dimaksud di atas adalah sebagai berikut. Pertama, aspek keindahan dan ketelitian redaksi-redaksinya. Tidak mudah untuk menguraikan hal ini, khususnya bagi kita yang tidak memahami dan memiliki "rasa bahasa" Arab –karena keindahan diperoleh melalui "perasaan", bukan melalui nalar. Namun demikian, ada satu atau dua hal menyangkut redaksi Al-Quran yang dapat membantu pemahaman aspek pertama ini.

Seperti diketahui, seringkali Al-Quran "turun" secara spontan, guna menjawab pertanyaan atau mengomentari peristiwa. Misalnya pertanyaan orang Yahudi tentang hakikat ruh. Pertanyaan ini dijawab secara langsung, dan tentunya spontanitas tersebut tidak memberi peluang untuk berpikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. Namun demikian, setelah Al-Quran rampung diturunkan dan kemudian dilakukan analisis serta perhitungan tentang redaksi-redaksinya, ditemukanlah hal-hal yang sangat menakjubkan. Ditemukan adanya keseimbangan yang sangat serasi antara kata-kata yang digunakannya, seperti keserasian jumlah dua kata yang bertolak belakang.

Abdurrazaq Nawfal, dalam Al-Ijaz Al-Adabiy li Al-Qur’an Al-Karim yang terdiri dari tiga jilid, mengemukakan sekian banyak contoh tentang keseimbangan tersebut, yang dapat kita simpulkan secara sangat singkat sebagai berikut.

A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya. Beberapa contoh, di antaranya:

Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali;
Al-naf’ (manfaat) dan al-madharrah (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali;
Al-har (panas) dan al-bard (dingin), masing-masing 4 kali;
Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan), masing-masing 167 kali;
Al-Thumaninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan/kekesalan), masing-masing 13 kali;
Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin), masing-masing 8 kali;
Al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite, masing-masing 17 kali;
Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite, masing-masing 8 kali;
Al-shayf (musim panas) dan al-syita’ (musim dingin), masing-masing 1 kali.
B. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.

Al-harts dan al-zira’ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
Al-’ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;
Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali;
Al-Qur’an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;
Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;
Al-jahr dan al-’alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.
C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.

Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali;
Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali;
Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/ pembakaran), masing-masing 154 kali;
Al-zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak), masing-masing 32 kali;
Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka), masing-masing 26 kali.
D. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.

Al-israf (pemborosan) dengan al-sur’ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali;
Al-maw’izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali;
Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang), masing-masing 6 kali;
Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali.
E. Di samping keseimbangan-keseimbangan tersebut, ditemukan juga keseimbangan khusus.

(1) Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni), jumlah keseluruhannya hanya tiga puluh, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Disisi lain, kata yang berarti "bulan" (syahr) hanya terdapat dua belas kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.
(2) Al-Quran menjelaskan bahwa langit ada "tujuh." Penjelasan ini diulanginya sebanyak tujuh kali pula, yakni dalam ayat-ayat Al-Baqarah 29, Al-Isra’ 44, Al-Mu’minun 86, Fushshilat 12, Al-Thalaq 12, Al-Mulk 3, dan Nuh 15. Selain itu, penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat.

(3) Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik rasul (rasul), atau nabiyy (nabi), atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yakni 518 kali.

Demikianlah sebagian dari hasil penelitian yang kita rangkum dan kelompokkan ke dalam bentuk seperti terlihat di atas.

Kedua adalah pemberitaan-pemberitaan gaibnya. Fir’aun, yang mengejar-ngejar Nabi Musa., diceritakan dalam surah Yunus. Pada ayat 92 surah itu, ditegaskan bahwa "Badan Fir’aun tersebut akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut." Tidak seorang pun mengetahui hal tersebut, karena hal itu telah terjadi sekitar 1200 tahun S.M. Nanti, pada awal abad ke-19, tepatnya pada tahun 1896, ahli purbakala Loret menemukan di Lembah Raja-raja Luxor Mesir, satu mumi, yang dari data-data sejarah terbukti bahwa ia adalah Fir’aun yang bernama Maniptah dan yang pernah mengejar Nabi Musa a.s. Selain itu, pada tanggal 8 Juli 1908, Elliot Smith mendapat izin dari pemerintah Mesir untuk membuka pembalut-pembalut Fir’aun tersebut. Apa yang ditemukannya adalah satu jasad utuh, seperti yang diberitakan oleh Al-Quran melalui Nabi yang ummiy (tak pandai membaca dan menulis itu). Mungkinkah ini?

Setiap orang yang pernah berkunjung ke Museum Kairo, akan dapat melihat Fir’aun tersebut. Terlalu banyak ragam serta peristiwa gaib yang telah diungkapkan Al-Quran dan yang tidak mungkin dikemukakan dalam kesempatan yang terbatas ini.

Ketiga, isyarat-isyarat ilmiahnya. Banyak sekah isyarat ilmiah yang ditemukan dalam Al-Quran. Misalnya diisyaratkannya bahwa "Cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedang cahaya bulan adalah pantulan (dari cahaya matahari)" (perhatikan QS 10:5); atau bahwa jenis kelamin anak adalah hasil sperma pria, sedang wanita sekadar mengandung karena mereka hanya bagaikan "ladang" (QS 2:223); dan masih banyak lagi lainnya yang kesemuanya belum diketahui manusia kecuali pada abad-abad bahkan tahun-tahun terakhir ini. Dari manakah Muhammad mengetahuinya kalau bukan dari Dia, Allah Yang Maha Mengetahui!

Kesemua aspek tersebut tidak dimaksudkan kecuali menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh Al-Quran adalah benar, sehingga dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mengamalkan petunjuk-petunjuknya.

dikutip dari:
Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat
Dr. M. Quraish Shihab

Sep
28
Filed Under (Cur-Hat) by adhepunya on 28-09-2005

Aku merasa aku beda dari aku yang dulu
entah sejak kapan dan entah karena apa….
perasaan ini muncul tiba-tiba…
dan
perasaan ini benar-benar beda…
hmmmm…
mungkin hanya aku dan beberapa orang terdekatku yang merasakan perubahan ini
Satu yang pasti…
Alhamdulillah..
perubahan itu terasa nikmat sekali…
semoga selamanya bisa kurasakan perasaan ini….

— adhe gi mellow :x

Sep
21
Filed Under (Music) by adhepunya on 21-09-2005

To really love a woman
To understand her - you gotta know her deep inside
Hear every thought - see every dream
N’ give her wings - when she wants to fly
Then when you find yourself lyin’ helpless in her arms
Ya know ya really love a woman

When you love a woman you tell her
That she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
Cuz she needs somebody to tell her
That it’s gonna last forever
So tell me have you ever really
- really really ever loved a woman?

To really love a woman
Let her hold you -
Til ya know how she needs to be touched
You’ve gotta breathe her - really taste her
Til you can feel her in your blood
N’ when you can see your unborn children in her eyes
Ya know ya really love a woman

When you love a woman
You tell her that she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
Cuz she needs somebody to tell her
That you’ll always be together
So tell me have you ever really -
Really really ever loved a woman?

You got to give her some faith - hold her tight
A little tenderness - gotta treat her right
She will be there for you, takin’ good care of you
Ya really gotta love your woman…

Then when you find yourself lyin’ helpless in her arms
Ya know ya really love a woman
When you love a woman you tell her
That she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
Cuz she needs somebody to tell her
That it’s gonna last forever
So tell me have you ever really
- really really ever loved a woman?

Just tell me have you ever really,
Really, really, ever loved a woman?
Just tell me have you ever really,
Really, really, ever loved a woman?

Sep
01
Filed Under (Cur-Hat) by adhepunya on 01-09-2005

Jum’at  26 Agustus 2005

Bangun jam 5 pagi langsung beres-beres buat berangkat ke Bandung. Emang
diniatin berangkat pagi-pagi sih biar ga kejebak macet, soalnya kan
ceritanya suasana week end nih. Akhirnya berangkat dari kos jam 6 lewat
15. Rencananya mau naik bus dari kampung rambutan dalam rangka
penghematan (maklum akhir bulan hehehe….).

Pas menuju kp rambutan, gw naik bus yang isinya laki semua.. rada
syerem sih tp biar ga menarik perhatian gw mutusin untuk ambil posisi duduk
dibelakang. Sebenarnya karena gw bawa tas yang kegedean juga ding jadi
butuh space yang cukup luas demi kenyamanan diri sampai tujuan
hehehe…

Sampai UKI baru deh tuh banyak cewek2 yang naik bus ini. Udah ga begitu
serem, tp ya gitu deh.. jadinya malah sesak soalnya udah jam nya orang
berangkat kerja.
Jam 07.00 gw nyampe juga ke kp. rambutan. Penumpang di busnya udah
keisi 2/3 nya. Tapi biasalah kelakuan para supir, kalo ga penuh nuh
nuh..(echo…)  pasti belum mau berangkat.
So.. akhirnya dengan sukses gw nahan sabar sampai akhirnya bus
berangkat juga jam delapan lewat (artinya gw nunggu di bus ini sampai jalan
sejam lebih!!!). Gimana rasanya jadi penumpang pertama yang datang yah….

Mmmm….
Bus ini ternyata ngambil jalur cipularang, Alhamdulillah deh.. soalnya
pengen cepat2 nyampe, soalnya kan mau buat surpraiss buat si mbak
hehehehe…
Selama dalam perjalanan dengan sukses gw tidurrr zzzzzzzzz…….

Jam 10 an keneknya udah mulai tereak-tereak…
padalarang… padalarang….
waa… udah masuk bandung ternyata…
dan akhirnya gw nyampe juga di Leuwi Panjang.

Dari terminal, gw naik 05 trus nyambung lagi naik angkot mengger
(niatnya sih biar langsung nyampe kos an,abis kegedean tas sih, padahal
isinya cuma 3 pasang baju hehehe…).
Akhirnyaaaa….
nyampe juga di sukabirus. Didepan pintu ketemu ma linda, udah tereak2
aja tuh anak hehehe… jadi berasa selebritis kekekeke…. Masuk ke kos
langsung nyari si mbak… "Mbak… Mbak… >>. ceritanya tereak nih ;)) 
eh… malah ga ada yang jawab…
TERNYATA…
si mbak sedang keluar, lagi ngisi tinta printer ke BEC. Gagal deh tuh
rencana buat ngasih surpraisss…. ya udah… sambil nungguin si mbak,
becandaan ma adik2 di kos… kangen deh liat kelakuan bocah-bocah ini.
..

Jam 1 siang, anak-anak pada kuliah. Dengan sukses gw ditinggal
sendirian di kos. Hayyyaaah… SENDIRI dan si Mbak belum dateng juga!!!
Sambil nunggu,gw sms in yunce dan si bawel dengan hasil no respon.
Jadinya malah makin bete. Mpppphhhhh… jalan terakhir, sms in si mbak
suruh cepat balik…
adhe   : " mbakkk luamaa tenaannnn eeeee…. aku udah di kos, buruan
balik pooo"
meme : " oh.. adhe udah nyampe toh, aku tkejut.. udah deh dhe, ngaso
dulu aja yaa…"

Dasar si mbak, pake acara pura-pura kaget pula, padahal kan gw dah tau
kalo irma udah sms in dia suruh cepat balik sejak gw dateng. Ah ya udah
laaa… daripada makin bete mending tidur… oiya, berhubung gw belum
makan, sebelum tidur gw makan dulu, abis makan baru tidur hehehe….

Jam setengah empat, si mbak dateng. Liat gw dia langsung teriak..
adhe…kamu kok makin semok (bahasa halus dari gendut -red). Duh gw mimpi ga
ya… bangun tidur kok langsung dicela gini hiks…

Sebelum gw bereaksi dan belagak ngambek, gw langsung disodorin es
cendol elizabeth. Ya udah deh.. ga jadi marah.. abis es cendolnya enak
hehehe… Lagian kan kangen ma si mbak..

Sambil minum es cendol, kita ceritaaaaaaaaa…… dan ceritaaaaa….
sampe ga berasa udah maghrib dan kos udah mulai rame lagi krn anak2
udah balik dari kuliah dan ngumpul di studio satu skb 30a untuk nonton
sassy girl-chun yang. Ternyata ini film seri yang sedang hangat2nya di
stttelkom (biasanya film seri model gini, kalo di tipi baru main satu atau
dua seri, anak-anak stt terutama yang cewek2 nya hampir bisa di PASTI
kan sudah punya cd bajakannya sampai episode terakhir). Dan bener aja…
selama tuh pilem maen, anak2 udah teriak2 aja nyebut2 nama orang (entah
siapa, gw lupa) yang disinyalir sudah memiliki CD lengkap 18 episode
film chun yang ini. Hehehehe… Ternyata stt  belum berubah. Regenarasi
dalam arti sesungguhnya hahahaha….

Oiya, selama nonton pilem chun-yang ini, tuh anak-anak udah berasa
"masuk" kedalam peran yang dimainkan oleh artis2 nya. Biasalah… Pilem
model gini kan pasti ada orang baik dan orang jahatnya, jadi.. mereka
mengeluarkan segala kutukan dan sumpah serapahnya ama yang jadi orang jahat
di pilem itu.
Contohnya gini :
" iiihhhhh…. pengen ngerobek mulut kakaknya deh…"
" dasar… pamannya jahat!!!  huaaaa… kan kasian chun yang…"
" grrrr… pamannya iblis, tidak berperikemanusiaan…. jahaaaattt…"

Rasanya bener-bener pengen ketawa ngakak liat reaksi mereka. Tapi ya
nggak tega.. soalnya ada yang pake acara nangis segala karena terharu…
(weleh… weleh….).
Lagian gw sempat begitu juga (kaliii), pas jaman2nya Meteor Garden
hahahaha….
Selesai nonton (oiya, pilem chun-yang ini diputer SATU SETENGAH jam
loh..), kita semua pada maghrib an trus ya gitu deh.. Anak-anak mulai
beraktifitass… ada yang mau tes jadi asisten lab, ada yang mau rapat, ada
yang mau siap-siap buat acara ospek jurusan… pukoknya segala
aktifitas deh.. Mahasiswa banget ya…

Sementara itu, gw melanjutkan ceritaaaaaaa dan ceritaaaaa ama si mbak
sampai akhirnya kita ketiduran… zzzzzzzzzzz……….

Sabtu, 27 Agustus 2005

Pagi pagiiii bener… jam 3 kali.. si mbak udah bangun, trus mulai
beraktifitas dengan komputernya, kalo gw bisa ngasih istilah yang pas buat
si mbak ini adalah " Research Syndrom", yakni syndrom bagi orang yang
lagi buat tugas akhir yang beberapa saat lagi mau disidang (ribet yah
bahasa gw hehehehe…. pokoknya mah gitu…).
Intinya… dia susah tidur gara-gara kepikiran mau sidang :D.

Makan siang, gw ngajak si mbak maem di kantin. Kangen ma krensengannya
bude. Hmmmm… rasanya nikmat.. walau dagingnya rada keras :)
Eia.. ngomongin kantin…
Ternyata… antara kantin dan lapangan tenis sekarang ada tempat makan
baru, anak2 sih nyebutnya cafe. Tempatnya dibuat nyeni gitu deh..
Dibuat saung-saung gitu dan tempat makannya lesehan. Kayaknya niru konsepnya
kampung daun.
Sampe maghrib gw ada di kos nemenin si mbak sambil ceritaaaa (gini deh
jadinya kalo 2 cewek ketemu hehehe…).Sampai akhirnya jam 5 dan pilem
chun-yang dimulai.. Anak2 udah standby distudio satu (kamarnya ika).
Abis ashar rince dateng dan malemnya kita ke kantin lagi. Dijalan ketemu
ma eda dan yeni (anak kos-an nya yuyun) trus pas dikantin gw ajak
ashrul aja sekalian biar rame. Akhirnya sukses deh, makan malam ama
"generasi tua".

Back to Chun-yang syndrome, FYI tadi pagi, CD chun-yang yang 18 episode
itu udah sukses dipinjem dan dicopy-paste ke hard disk nya anak-anak.
Jadi ceritanya.. malam mingguan ini, mereka mau ngabisin tuh pilem sampe
episode 18. Dan itulah yang terjadi…
start jam 20.00 sampai jam 05.30, dengan sukses mereka menyelesaikan
pilem chun-yang yang 18 episode itu. Sementara itu, gw cuma bisa bertahan
sampai jam 11 malam saja. Ga kuat nahan ngantuk.. maklum udah tua
hehehehe… (padahal jelas2 cuma alasan hehehe…).

Minggu, 28 Agustus 2005
Jalan seharian ama rini ke ITC dan Jogja kepatihan.

Senin, 29 Agustus 2005
Hari ini rencananya si mbak mau ke pak nur untuk ngasih draft TA nya.
Perginya ditemenin ma Ashrul. Mereka berangkat jam 7 pagi dan baru balik jam 10an.
Rencana awalnya sih si mbak mau nonton sidangnya orang yang diuji ma pak sonny,
mau mempelajari karakter calon penguji katanya hehe…

Tapi ya gitu deh.. berhubung dia nya sendiri baru balik jam 10 an dengan hasil,
perlu beberapa perbaikan di buku TA nya. Akhirnya ga jadi deh tuh ngeliat pak sonny nguji.
Abis dzuhur, kita ke kampus. Mau ke jurusan, ngasih buku buat calon penguji dan pembimbing 2 (pak iwan).
Ternyata sekarang jurusan TE udah bukan di ged A, udah dipindah ke ged C alias Astra (asrama putra -red).
Itu berarti Asrama Putra sudah ditiadakan. Dan ged.A sendiri digunakan untuk gedung kuliah.

FYI: yang terbaru lagi dari stt, sekarang sedang dibangun penghubung antara gedung B dan gedung A
di lantai 2 dan 3 nya. Jadi ga kaya gw dulu, harus "olahraga" dulu kalo mau ke jurusan :D.
back to the topic, gw dan mega standby nyari2 dosen di jurusan sampe sore.
Untung ketemu ma temen-temen sesama angkatan 99, ketemu ma dimas juga,jadi rame deh hehehe…
ternyata dia juga kena research syndrom, dia mau sidang hari rabu dan sekarang mau ngasih buku ke pengujinya.
Dimas ternyata belum berubah juga, masih "dimas banget", rame dan error (oupss.. sorry mas :P)

Malamnya gw pikir seperti tradisi di kos menjelang sidang yaitu latihan sidang.
Ternyata enggak, mega masih asik mengutak atik buku TA nya sampe hampir tengah malam. Mana waktu itu lab optik
yang rencananya mau dipake buat tempat sidang belum diapa-apain (padahal sidangnya pagi jam 9) dan slide nya juga belum
di re-edit (soalnya pak nur minta slidenya jgn banyak2). Huaaa… gw jadi panik sendiri.. si mbak juga kayaknya panik tp
dia mah ga kaya gw ma yuyun yang kalo panik langsung merepet dan heboh sendiri, dia tetap kalemmm…. ( mega..mega…)
Mmm… daripada gw panik sendirian, mending ngajak yuyun hehehe… ya udah deh,
gw sms in yuyun.. "yun.. gw pusing liat si mbak.. slide belom jadi, lab belum diberesin, belum latihan dan belom belajar, gimana niii.."
ga ada respon gitu dari yuyun, ya udah deh.. pasrah aja, gw cuma bisa bantu doa..
jam 2 pagi yuyun balas sms, ternyata dia tadi tidur lebih awal dan baru baca sms gw. Reaksinya ternyata sama ama gw, dia panikkkk..
hehehe… jadi lucu.. dia nyaranin gw biar ga panik dengan trik: "tarik nafas… hembuskan… tarik nafas… hembuskan…"
ah yuyun… lo kate gw mau melahirkan… kekeke…
Yuyun ternyata masih belum berubah… :D

Selasa 30 Agustus 2005
Hari Sidangnya Mega..
Pagi2 langsung bagi tugas, gw n rini kebagian tugas buat beresin lab, irma beli kue dan si mbak sendiri ngambil berkas TA dijurusan sambil
mastiin semua dosen penguji bersedia hadir pada waktunya. Alhamdulillah semua lancar sesuai rencana. Sidang mulai jam 9 lewat dengan suporter
yang terdiri dari gw, rini,yeni,dimas (cuma dateng sebelum sidang trus pergi pas sidang hampir mulai, mungkin krn research syndrom nya :D),
dan beberapa teman lain yang tau kalo mega sidang. Sidang nya berjalan dengan sangat lancar, ditengah sidang gw udah bilang ke rini kalo feeling
gw bilang si mbak pasti dapat A, karena kayaknya para pengujinya rada "terharu" liat TA nya si mbak yang pake Algoritma Genetik itu hehe..
dan bener aja.. Mega dinyatakan lulus dengan hasil "sangat memuaskan". Senangnyaaaaaa… gw benar2 seneng banget waktu itu. Pas diumumin
kayaknya gw deh yang tepuk tangan paling kenceng.. (untung ga ada yang protes hehehe…)
Ah.. akhirnya… mbak ku lulus juga…
Alhamdulillah….
Jam 3 sore gw balik ke Jakarta….
bye bye Bandung…
I’m so so Happy  \:D/