Assalamu’alaykum
"Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh,
serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(QS Al-Ashr [103]: 1-3).
Saudaraku, ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hidup ini.
Karena begitu banyaknya, kita tak akan mungkin bisa mengerjakan semuanya.
Karena itu, mampu menentukan skala prioritas dalam hidup menjadi sebuah
keniscayaan.
Sebenarnya, keterampilan membuat skala prioritas, termasuk satu dari empat
syarat menjadi pemimpin efektif.
Empat syarat tersebut adalah:
(1) memiliki visi dan tujuan hidup (dunia akhirat),
(2) terampil membuat prioritas,
(3) mampu menggali dan mensinergikan potensi, dan
(4) mampu memotivasi orang lain.
Pertanyaan sekarang, hal-hal apa saja yang harus kita prioritas dalam hidup?
Dengan kata lain, apa target terpenting dalam hidup kita?
Pertama, memiliki iman yang kokoh.
Iman adalah fondasi. Iman adalah keberuntungan. Iman adalah kunci kebahagiaan
dan keselamatan.
Tanpa iman, tidak berarti semua yang kita miliki.
Tanpa iman tidak akan pernah kita mendapatkan keberuntungan, kebahagiaan, dan
keselamatan yang hakiki.
Allah SWT berfirman,
"Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal saleh,
serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(QS Al-Asher [103]: 1-3).
Agar iman kuat, maka kita harus memupuknya dengan ilmu dan amal. Semakin luas
ilmu, semakin ikhlas amal,
insya Allah akan semakin kuat pula iman kita.
Prioritas kedua adalah sehat.
Tanpa sehat, iman yang kita miliki tidak akan maksimal.
Sakit adalah cost, beban, dan pengeluaran. Makna sehat di sini tentunya tidak
sekadar fisik saja,
tapi juga pikiran. Maka, kita harus maksimalkan diri menjaga dua anugerah Allah
ini (fisik dan pikiran).
Ada tujuh komponen yang akan menentukan kesehatan fisik kita, yaitu:
(1) udara yang bersih, maka hindarkan radikal bebas dalam tubuh akibat udara
kotor;
(2) makanan seimbang dengan memenuhi kriteria halal dan *thayyib*;
(3) cukup minum, standarnya dua liter atau tujuh gelas sehari. Ideal pula bila
disertai suplemen berupa madu, teh hijau atau hitam, sayuran, dan buah-buahan;
(4) olahraga teratur, minimal tiga kali seminggu. Olahraga akan membentuk
pertahanan tubuh yang bagus;
(5) istirahat yang cukup. Rasulullah SAW mencontohkan tidur bada Isya dan bangun
di sepertiga malam terakhir. Tidur yang cukup akan membuat regenerasi sel dalam
tubuh berjalan baik;
(6) tidak stres, sebab stres dapat memperlemah tubuh sehingga rentan terhadap
penyakit;
(7) memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat malam dan shaum.
Untuk menjaga kesehatan pikiran, perbanyaklah membaca buku, berpikir positif,
hindari buruk sangka, berani memaafkan,
dan selalu melihat sisi baik dari setiap kejadian. Intinya, perbanyak input
positif dan meminimalisasi input negatif.
Prioritas ketiga adalah akur.
Sangat sulit menikmati hidup bila kita memiliki banyak musuh, walau pun kita
beriman dan sehat.
Kapan pun dan di mana pun, konflik tidak membawa apapun, kecuali:
(1) rasa tidak nyaman;
(2) terputusnya silaturahmi;
(3) menimbulkan dengki; dan
(4) kontraproduktif karena akan saling merusak.
Ada lima cara agar kita akur dengan sesama, yaitu:
(1) siap berbeda pendapat;
(2) terlatih dengan kondisi tidak ideal;
(3) jangan mudah tersinggung;
(4) jangan percaya pada orang yang selalu menjelek-jelekkan orang lain;
(5) jangan menuntut orang lain untuk akur, tapi awali dari diri sendiri untuk
menjadi pelopor dalam akur dan kebaikan.
*Wallahu a’lam bish-shawab*.
( Abdullah Gymnastiar )
Wassalam..
Mendadak kangen rumah gara-gara baru terima sms dari Rini yang update info tentang rumah terutama mengenai aziz dan kak imel.
Oiya, aku belum sempat update cerita tentang Aziz yah..
Rabu kemaren dia abis sunat.
Kalo ingat kejadian rabu itu jadi pengen nangis.
Gimana enggak, disunatnya jam 4 tapi aku dapat informasinya jam setengah 2.
Begitu dapat kabar aku langsung telp ke rumah.
Sedih..
Tiba-tiba berasa udah ga dianggap keluarga. Masa iya mereka bisa seLUPA itu ama aku,toh konon kabarnya rencana itu udah ada sejak sebelum Ramadhan tapi ga sekalipun aku merasa dapat info.
Tapi ya sudahlah.. toh mereka udah minta maaf dan aku juga akhirnya COBA ngerti kalo itu bagian dari resiko "keluar" dari rumah.
Aziz sendiri pas aku telp. pasca sunat itu kayaknya baek-baek aja dan dengan manisnya minta hadiah di beliin PS-3!! *gubrak*
Kak imel, kandungan nya udah masuk bulan ke-7.
Duh.. udah kayak apa yah dia sekarang… soalnya terakhir ketemu pas balik dari prajab kemaren (sempat singgah dirumah 3 jam karena dapat tiket ke aceh nya jam 1 siang sementara dari jakarta nyampe medan jam 8 pagi) berat badannya udah naik 15 kg dan kondisi badannya bener2 BENGKAK. Kaki bengak, muka bengkak tapi herannya badannya sih ga gitu2 banget.
Yah.. bengkak dikit deh..
udah gitu kulitnya iteeeeem dan dekil bangettt.
Katanya sih bawaan bayi, yang kalo menurut mitos bakal berjenis kelamin laki-laki.
Ampun deh..
pas pertama kali liat aku cuma bisa nganga’ ga nyangka kalo kakakku bisa berubah wujud sampe segitunya hehehe…
tapi waktu aku protes dengan kedekilannya (awalnya aku masih ga percaya kalo itu bawaan bayi) dia dengan bijaksana bilang.. gapapa lah sekarang aku dekil, yang penting ntar anakku ganteng…
*standing applause*
Jadi ga sabar pengen gendong ponakan…
Hmm…
tadi rini ngajakin untuk mulai beli-beli perlengkapan bayi.
Tapiiiiii gimana caranyaaaa????
pulang saja aku ga bisaaaaaa… :((
hiks!!!!!
*betewe-eniwe-baswe, aku baru sadar kalo sampe hari ini aku belum juga berlebaran ke kak imel dan bang deny, setelah pas hari H kemaren seharian aku coba telp ke hp-rumah-rumah mertua nya tanpa hasil :(*
UPDATE 7 NOVEMBER 2006
Akhirnya berhasil juga menghubungi kak imel di rumah mertuanya, pagi-pagi saat aku yakin mereka belum mulai beraktifitas hari Senin kemaren. Pas pertama kali denger suaranya, aku langsung pasang suara centil soalnya takut ga dimaapin hehe…
Abis bermaaf-maafan kita langsung bahas topik hangat dirumah apalagi kalo bukan tentang sunatan aziz.
Ternyata oh ternyata, nasibku masih sedikit lebih baik dari kak imel karena dia baru dapat kabar itu 3 hari setelahnya.
See??!? kayaknya emang kalo mau "keluar" rumah, harus siap mental untuk hal-hal kayak gini.
Trus pas mbahas masalah permintaan aziz, ternyata aziz juga minta PS ke kak imel dengan versi lain yaitu minta tambahan dana karena aziz sendiri udah punya tabungan. Tapi karena dana tamabhan nya lebih besar dari tabungannya akhirnya cuma ditanggapi dengan senyuman ama kak imel hehehehe….
Tenang ziz, PS nya udah kakak beli, sekarang do’ain aja supaya kakak bisa cepat pulang
Btw, sampe kamis 9 Nov 2006 sebenarnya aku masih berstatus Dinas Luar karena penanganan gangguan yang kemaren team-ku lakukan bisa dikerjakan dengan cepat setelah pihak radio pengganggu mau bekerjasama dan sepakat membuat pernyataan untuk tidak mengudara lagi sebelum mendapatkan izin frekuensi dari Ditjen Postel.
Tapiiii… PAS saat aku mau mengajukan "proposal" permintaan izin pada hari Jum’at (maksudnya biar bisa pulang minggu :D) PAS saat pak bos nanya:
" de’ besok masuk kerja kan?!!?
duh.. pertanyaannya berasa kalimat perintah dikupingku.
Dengan muka pasrah aku pun menjawab
"Iya pak!!!!"
Kalo begini caranya… kapan aku bisa pulang????
huhuhuhu……
*sedang tidak mood dengan aktifitas apapun*